Terpilih

Tentang memilih: menjadi masa depan seperti apa yang membuat(ku)nyaman

"Pagi ini aroma melati dari seduhan teh panas buatan mbak sedikit berbeda ya, lebih sedikit peka dari biasanya tapi manisnya pas"

"kan ummi yang kasih resep bagaimana membuatnya begitu pas, manis tapi rasa pahitnya juga sesekali masi terasa saat di seduh"


"mbak tahu? ada yang bisa kita ambil sebuah pelajaran, manisnya adalah rasa syukur atas penerimaan yang kita terima dan pahit adalah tolak ukur seberapa mbak selalu bersyukur atas beberapa cobaan yang kita dapat"

"coba an ?"

"bukan-bukan, ini hanyalah cara Allah mengasihi kita, bukan sebab kasihnya luntur"

"ada banyak mbak, pembelajatan yang mbak bisa ambil jika mbak bisa menerimanya dengan baik dan terus berbaik sangka"

Lalu tentang memilih, itu hanya "bagaimana mana semua hal yang telah mbak lewati saat ini, bisa menjadi pilihan mbak, memilih untuk dewasa lebih cepat dalam bersikap, memilih menjadi wanita yang bukan biasa-biasa saja. bukan kah sebelum lahir Allah telah menyiapkan ini semua?.

0 komentar:

Post a Comment